CILEGON, JEMPARING. INFO – Pernyataan Sekda Cilegon, H.Maman Mauludin, SH, M. Si, baru-baru ini, dirinya sebagai warangka harus kuat dan kokoh. Diumpamakannya seperti sebilah keris tentu ada warangkanya.
Sebagai Sekda diumpamakan sebagai warangka atau sarung sebilah keris. Dan keris itu adalah pemimpinnya, tentu walikota dan wakilnya. Maka dirinya harus bisa mensukseskan apa-apa yang jadi visi-misi atau program walikota dan wakilnya.
Ketika diitanya Jemparing.info (JI) tentang walikota dan wakilnya yang baru terpilih, Robindar dan Fajar Hadi Prabowo, Maman Mauludin menjawab dengan tenang dan pasti. Menurutnya, ia akan upaya sekuat tenaga untuk mensukseskan yang sudah menjadi program pembangunan Walikota dan wakilnya.
Menurutnya, sebagai Sekda berturut-turut dua pergantian walikota menjadi modal pengalaman untuk melayani Walikota berikutnya. Ujarnya, mensukseskan visi-misi dan program tentu harus memperkuat komitmen aparatur yang ada. Memperkuat disana semua pegawai dari pelbagai lapisan jabatan dan golongan harus disiplin dan loyal.
Maka disitu sebagai Sekda harus kuat dan kokoh. Kuat tentu berkomitmen kinerja dan kokoh, tidak mudah kena goncangan dari luar atau dari dalam, serta tidak mudah kena godaan yang negatif sebagai aparatur negara.
“Pengalaman sebagai warangka pimpinan dalam hal ini walikota dan wakilnya, tentu menjadi bekal selanjutnya. Dan tanggungjawab sebagai warangka adalah tuntutan diri, begitu mas, ” katanya dengan tenang dan tegas pada JI. *** (ibnu psm)
Sebagai Sekda diumpamakan sebagai warangka atau sarung sebilah keris. Dan keris itu adalah pemimpinnya, tentu walikota dan wakilnya. Maka dirinya harus bisa mensukseskan apa-apa yang jadi visi-misi atau program walikota dan wakilnya.
Ketika diitanya Jemparing.info (JI) tentang walikota dan wakilnya yang baru terpilih, Robindar dan Fajar Hadi Prabowo, Maman Mauludin menjawab dengan tenang dan pasti. Menurutnya, ia akan upaya sekuat tenaga untuk mensukseskan yang sudah menjadi program pembangunan Walikota dan wakilnya.
Menurutnya, sebagai Sekda berturut-turut dua pergantian walikota menjadi modal pengalaman untuk melayani Walikota berikutnya. Ujarnya, mensukseskan visi-misi dan program tentu harus memperkuat komitmen aparatur yang ada. Memperkuat disana semua pegawai dari pelbagai lapisan jabatan dan golongan harus disiplin dan loyal.
Maka disitu sebagai Sekda harus kuat dan kokoh. Kuat tentu berkomitmen kinerja dan kokoh, tidak mudah kena goncangan dari luar atau dari dalam, serta tidak mudah kena godaan yang negatif sebagai aparatur negara.
“Pengalaman sebagai warangka pimpinan dalam hal ini walikota dan wakilnya, tentu menjadi bekal selanjutnya. Dan tanggungjawab sebagai warangka adalah tuntutan diri, begitu mas, ” katanya dengan tenang dan tegas pada JI. *** (ibnu psm)

