CILEGON, JEMPARING.INFO –
Gunawan Djayadi, lahir 6 junu 44. Batur, Banyumas. Merupakan tokoh yang dikenal baik di Banten, khususnya di Cilegon. Karena ia pun mahir berbahasa bebasan (bahasa halus Jawa Banten). Dan ia ingin mewujudkan adigum yang disimbol lambang Kota Cilegon dengan semboyan, “Akur Sedulur Jujur Adil dan Makmur”
Kemahiran berbahasa Bebasan Banten sampai-sampai kalau hanya mendengar suaranya ia dianggap orang Banten asli. Kemahiran itu memang Gunawan Djayadi sejak kecil orang tuanya pindah kecilegon tahun 57. Dan saat itu Gunawan Djayadi berusia 8 tahun. Sehingga di Cilegon katanya sudah 79 tahun.
“Maka saya sudah menyatu dengan penduduk Cilegon. Dengan demikian tentu saya mahir bahasa setempat,”ujarnya.
Gunawan Djayadi yang juga Ketua Paguyuban Bakti Warga (Perbawa) Cilegon, paguyuban warga Tionghoa Cilegon ini merupakan paguyuban untuk sinerginya warga Tionghoa dengan warga setempat. Dan Gunawan Djayadi yang berjiwa wirasuwasta memiliki usaha bengkel bubut untuk alat kendaraan motor.
Bengkelnya CV.Karya Agung dengan karyawan sebanyak 50 orang. Sedang untuk di toko sparepartnya 10 orang. Karyawannya mayoritas penduduk setempat. Maka tidak aneh bila berdialog karyawan dengannya selalu berhasa bebasan.
“Penduduk Cilegon begitu terbuka, maka kami tenang hidup disini. Bahkan penduduk sampai akrab bagai sedulur sendiri. Bukankan semboyan Kota Cilegon, Akur Sedulur Jujur Adil dan Makmur,” tuturnya.***(M.Gending Oka)
Gunawan Djayadi, lahir 6 junu 44. Batur, Banyumas. Merupakan tokoh yang dikenal baik di Banten, khususnya di Cilegon. Karena ia pun mahir berbahasa bebasan (bahasa halus Jawa Banten). Dan ia ingin mewujudkan adigum yang disimbol lambang Kota Cilegon dengan semboyan, “Akur Sedulur Jujur Adil dan Makmur”
Kemahiran berbahasa Bebasan Banten sampai-sampai kalau hanya mendengar suaranya ia dianggap orang Banten asli. Kemahiran itu memang Gunawan Djayadi sejak kecil orang tuanya pindah kecilegon tahun 57. Dan saat itu Gunawan Djayadi berusia 8 tahun. Sehingga di Cilegon katanya sudah 79 tahun.
“Maka saya sudah menyatu dengan penduduk Cilegon. Dengan demikian tentu saya mahir bahasa setempat,”ujarnya.
Gunawan Djayadi yang juga Ketua Paguyuban Bakti Warga (Perbawa) Cilegon, paguyuban warga Tionghoa Cilegon ini merupakan paguyuban untuk sinerginya warga Tionghoa dengan warga setempat. Dan Gunawan Djayadi yang berjiwa wirasuwasta memiliki usaha bengkel bubut untuk alat kendaraan motor.
Bengkelnya CV.Karya Agung dengan karyawan sebanyak 50 orang. Sedang untuk di toko sparepartnya 10 orang. Karyawannya mayoritas penduduk setempat. Maka tidak aneh bila berdialog karyawan dengannya selalu berhasa bebasan.
“Penduduk Cilegon begitu terbuka, maka kami tenang hidup disini. Bahkan penduduk sampai akrab bagai sedulur sendiri. Bukankan semboyan Kota Cilegon, Akur Sedulur Jujur Adil dan Makmur,” tuturnya.***(M.Gending Oka)


https://shorturl.fm/YvSxU
https://shorturl.fm/j3kEj
https://shorturl.fm/bODKa