• HARAP PEMILU LUBER DAN SOSIALISASI RAPERDA KETENTRAMAN/ KETERTIBAN UMUM
  • Sample Page
Jemparing
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jemparing
No Result
View All Result

Catatan kesaksian #2 *TUHAN, LISTRIK KAMI DIPAKSA PADAM, TAK MENGAPA.*

by ibnu
July 7, 2025
in Uncategorized
0
Catatan kesaksian #2 *TUHAN, LISTRIK KAMI DIPAKSA PADAM, TAK MENGAPA.*
Indra Kusumah

Malam tanpa listrik, warga Kampung Sukadana 1 tidak sedang kalah. Mereka sedang menunjukkan wajah paling bermartabat dari manusia yang dipaksa kehilangan rumahnya. Peristiwa penggusuran yang bukan semata masalah pemindahan tempat tinggal, tetapi menjelma menjadi tragedi kemanusiaan. Di balik retorika pembangunan dan normalisasi sungai Cibanten, pemerintah telah memperlihatkan wajahnya yang dingin dan administratif.

Ketika listrik dicabut secara sepihak pada 4 Juli 2025, bukan hanya sumber energi yang dipadamkan—melainkan juga harapan dan rasa aman. Padahal, listrik bukan barang mewah, melainkan hak dasar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pemutusan sepihak terhadap warga yang tengah mengalami krisis penggusuran justru memperparah trauma sosial. Terlebih, banyak warga adalah anak-anak dan tidak sedikit yang lansia, kelompok yang paling rentan dalam kondisi darurat.

Yang lebih menyakitkan, pemadaman ini dilakukan dalam bayang-bayang aparat. Ketika perlindungan berubah menjadi tekanan, dan ketika rakyat kecil tak lagi punya ruang untuk sekadar bicara, maka kekerasan telah terjadi—bukan dengan senjata, tapi lewat pengabaian.

Warga Sukadana 1 adalah korban dari komunikasi yang buruk, pola pembangunan “Sat- set” yang tergesa-gesa, dan kebijakan tanpa dialog–humanis. Warga tidak pernah anti pembangunan. Mereka hanya meminta pendekatan yang manusiawi dan waktu yang layak. Jika saja “janji tanah bengkok” dipenuhi dengan niat baik, atau jika diberikan tenggat relokasi yang rasional ( tidak satu atau dua bulan ), kemungkinan besar aksi massa 2 Juli 2025 bisa dielakkan.

Normalisasi sungai Cibanten memang penting dari perspektif teknokratik. Namun, pertanyaannya, apakah proses itu dilakukan dengan pendekatan ekologis yang adil? Warga yang tinggal di bantaran bukan hanya “penduduk ilegal”, mereka adalah bagian dari lanskap ekologi sosial. Banyak dari mereka telah merawat kawasan itu selama puluhan tahun. Ironisnya, ketika tanahnya sudah dilihat sebagai “komoditas seksi” untuk proyek pembangunan, relasi ekologis itu justru diputus paksa.

Krisis ekologis seharusnya dijawab dengan pendekatan ekologis pula—yakni melibatkan warga dalam perencanaan tata ruang dan restorasi lingkungan. Bukan dengan menghapus jejak hidup mereka secara sepihak.

Secara formal, pemerintah mungkin berdalih bahwa penggusuran telah sesuai prosedur hukum. Namun, keadilan tak hanya berbicara soal sah atau tidaknya surat perintah. Keadilan juga bicara soal konteks dan niat. Keadilan substantif dalam hukum menuntut adanya partisipasi bermakna, transparansi informasi, dan perundingan yang setara. Semua ini nyaris tak pernah berjumpa secara ideal.

230 KK lebih warga Sukadana 1 mungkin telah kehilangan rumah, listrik, dan tanah kelahiran. Namun mereka tidak kehilangan martabat. Mereka tahu bahwa perjuangan bukan soal menang atau kalah, melainkan menyuarakan hak-hak hidup dan kebenaran. Mereka memilih pergi dengan kepala tegak, bukan karena menyerah, tetapi karena tahu—rumah yang paling sejati adalah rasa keadilan dan solidaritas di antara sesama.

Mereka telah membuktikan bahwa kekuasaan bisa memadamkan listrik, tetapi tidak bisa memadamkan jiwa. Mereka mungkin miskin secara materi, tapi mereka kaya dalam solidaritas dan harga diri. Mereka meninggalkan kampungnya bukan karena kalah oleh alat berat, tetapi karena tak ingin tunduk pada pembangunan yang tidak adil. Penggusuran ini bukan sekadar peristiwa teknis. Ini adalah luka kolektif yang menampar wajah demokrasi lokal.

“Pak, kenapa begitu tergesa-gesa menggusur kami, padahal kami pemilihmu? Apa dosa kami padamu?” Bisik batin mereka sambil bergegasan mengemas apa saja isi di jiwanya. Bergegasan meninggalkan kampung halamannya yang dipadamkan kekuasaan dan pembangunan.

*Penulis*, pegiat budaya dan kartunis.




*********************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (kordinator wartawan Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang ( Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator wartawan Simalungun/P.Siantar), Warno Hady, Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)


(Wartawan jemparing.info dilarang meminta uang berkaitan berita/tulisan)
********************************************
Previous Post

Catatan kesaksian #1 *SEKSINYA KP. SUKADANA 1 BAGI ORANG-ORANG KOTA*

Next Post

ACHMAD DJUBAEDI: PENYELAMATAN GAK PAKAI LAMA

Next Post
ACHMAD DJUBAEDI: PENYELAMATAN GAK PAKAI LAMA

ACHMAD DJUBAEDI: PENYELAMATAN GAK PAKAI LAMA

Recent Posts

  • ANTISIPASI BANJIR, WARGA RT 29, TPI, KOMPAK GOTONG ROYONG
  • PBB BERIKAN AWARD PERDANA KEPADA PEMERHATI MUSISI
  • JINDAR TAMIMI: WARGA PEDULI DAN GUYUP
  • DI CILEGON DALAM BANJIR TIDAK ADA KORBAN JIWA
  • DIDUGA MEALPRAKTEK/OPRASI BEDAH LAMBUNG 2X GAGAL DI RSU BINA KASIH, MEDAN.

Recent Comments

  1. 비아그라 구매 on Hello world!
  2. money x_xuOt on JURNALIS SENIOR SERUKAN PENDIDIKAN DAN NASIONALISME KEMERDEKAAN BANGSA
  3. money x_atOt on DI SERGAI ADA KELUHAN NARKOBA SULIT DIBERANTAS
  4. twistedlovepdfjak on Disperindag Kota Cilegon
  5. money x_cqOt on KOLONIAL GAYA BARU DIKEPEMIMPINAN PJ GUBERNUR BANTEN

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024

Categories

  • Berita Daerah
  • Uncategorized

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.