Oleh, Eyang Hadywarno
Mungkin ada yang ber anggapan Kalender JAWA sama dengan Kalender Saka. Sementara Kalender Jawa dan Kalender Saka itu berbeda jauh.
Kalender SAKA di awali pada 15 Mart Thn 78 M kisahnya saat Ajisaka mendarat di Pulau Jawa.
Ajisaka merupakan Tokoh Mitologi, konon ceritanya yg menciptakan Aksara Jawa HANACARAKA.
Jauh sebelum Hindu datang ke Nusantara Manusia Jawa
sdh memiliki Kalender sendiri di sebut Kalender
“PETANGAN JAWI”
Yakni sebuah hitungan Pranata Mangsa di rangkai dengan Wuku, Paringkelan, Padangon, Padewan, dsb. Sistim perhitunganya Solair seperti Kalender Masehi dan Saka.
Kalender Pranata Mangsa sebagai pedoman Kaum Tani di Jawa kala itu.
Setelah Islam berkembang di Pulau Jawa, Orang Jawa pun menggunakan Kalender Hijrah yakni Penanggalan yg di hitung sejak Muhammad Hijrah dari Mekah ke Madinah (622 M)
Kalender Sultan Agung di mulai pada 1 Suro yang Tahunya disebut Tahun Alif. Angka Tahun meneruskan tahun Saka 1555 bersamaan dengan 1 Muharam 1011 H atau hari Jum’at Legi 8 Juli
1633 M.
Kalender Sultan Agung Raja Mataram (1613-1645)
memiliki perhitungan sangat unik.
Saat itu Bangsa Belanda sangat mengagumi penemuan ini . Kalender Jawa perpaduan antara tahun Hijrah dan Jawa . Lantas
dilengkapi berbagai jenis hitungan waktu.
Hari = 7.
Pasaran = 5
Paringkelan = 6. Kedawan = 8. Padangon = 9.
Mangsa = 12.
Wuku =30
Tahun = 8
dan Windu = 4.
WUKU Jumlahnya 30 mulai Wuku Sinto sampai Watugunung. Usianya 7 hari pergantianya setiap hari Ahad. Hitungan ini membagi 210 hari dlm satu tahun Wuku. Hari di rangkapi Pasarann : Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi.
Sedang Mangsa berjumlah dua belas. Yakni Mangsa KASA, KARO, KATELU, KAPAT, KALIMO KAENEM, KAPITU, KAWOLU, KASANGA, KASEPULUH, DESTO dan KASADA. Sedang hitungan Mangsa ini satu sama lain tidak sama usia harinya.
TAHUN… jumlah nya ada 8. Tahun ALIF, EHE, JIMAWAL, JE , DAL, BE, WAWU, JIMAKIR,
Sesudah delapan tahun sekali berganti WINDU
sementara Windu ada empat, Windu KUNTORO , SENGORO, SANCOYO, dan Windu ADI.
Maka utk Satu Suro yg lalu sdh masuk Thn 1959 Dal, Wuku Medangkungan, Windu Sancoyo. Ide Raksasa ini di dukung oleh para Ulama pada saat itu, serta para Abdi Dalem khususnya yg menguasai Ilmu Falaq atau ilmu perbintangan. Maka
Kalender ini diberi nama Ilmiah ialah ANNO JAVANICO. Dalam Kalender Jawa di kenal tahun Wastu yg artinya pendek, dan tahun Wuntu artinya panjang. Dalam tahun
pendek usia bulan Besar 29 hari, serta dlm tahun panjang usia bulan Besar 30 hari. Dalam satu Windu (8th) terdapat tiga tahun panjang yakni : Tahun
EHE. JE.
JIMAKIR. Umur nya 355 hr. Dan yg lima tahun lagi umur nya Pendek yakni, Tahun Alif, Jimawal, Dal, Be, Wawu. Umur nya 354 hari.
Kalender Jawa di sebut Kalender Khuruf berasal dari bahasa Arab, sebab nama tahunya menggunakan Huruf Arab.
Maka saat di mulai tgl 1 Suro Tahun 1555 Alif hari Jum’at Legi disebut Khuruf Jamngiyah, Khuruf ini akan berubah sesudah 120 Thn . Kemudian Tgl 1 Suro Thn 1675 Alif jatuh hari Kemis Kliwon disebut Kuruf Kamsiyah usianya 72 thn.
Dan tgl 1 Suro 1747 Alif yg jatuh pada
hari Selasa Pon di sebut Kuruf Salangsangiyah .
Pergantian Khuruf ialah demi penyesuaian dengan Kalender Hijrah (Islam). Agar hari” besar Islam yg dirayakan di Kraton Mataram yang disebut GREBEG menyatu dengan Kalender Hijrah.
PETANGAN JAWI
Dalam Kalender Jawa ada perhitungan baik dan buruk, terlukis dari Lambang watak Hari, Tanggal, Bulan,Tahun, maupun Windu.
Lantas ini di himpun oleh Leluhur dlm
sebuah Kitab yg di sebut Primbon.
Sedangkan kata Primbon berasal dari kata PRI yg berarti Indah atau elok. dan kata IMBU yg artinya Simpanan . Kemudian
PRIMBON itu bisa di sebut Simpanan Indah atau Catatan Penting. Maka Primbon memuat berbagai catatan penting dari Generasi sebelumnya dan diturunkan ke Generasi penerusnya.
Pada Hakekatnya Primbon memang bukan hal yg Mutlak kebenaranya. Namun Primbon hendaknya
[3/8 5:34 PM] Lek Warno Hadi Hadhi: tidaklah di remehkan . Sebab bisa sebagai penghati hatian dalam menjalani hidup, serta mengingat pengalaman Leluhur . Jadi tadak penyebab Surutnya Kepercayan terhadap Allah Swt Maha mengetahui segalanya Atas Kodrat serta Irodhatnya…..
Demikian tulisan ini yg jauh dari sempurna, mohon maklum atas kekuranganya.*** Eyang Hadywarno (Seksi Budaya PERMISI)
*********************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (kordinator wartawan Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang ( Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator wartawan Simalungun/P.Siantar), Warno Hady, Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)
(Wartawan jemparing.info dilarang meminta uang berkaitan berita/tulisan)
********************************************
Mungkin ada yang ber anggapan Kalender JAWA sama dengan Kalender Saka. Sementara Kalender Jawa dan Kalender Saka itu berbeda jauh.
Kalender SAKA di awali pada 15 Mart Thn 78 M kisahnya saat Ajisaka mendarat di Pulau Jawa.
Ajisaka merupakan Tokoh Mitologi, konon ceritanya yg menciptakan Aksara Jawa HANACARAKA.
Jauh sebelum Hindu datang ke Nusantara Manusia Jawa
sdh memiliki Kalender sendiri di sebut Kalender
“PETANGAN JAWI”
Yakni sebuah hitungan Pranata Mangsa di rangkai dengan Wuku, Paringkelan, Padangon, Padewan, dsb. Sistim perhitunganya Solair seperti Kalender Masehi dan Saka.
Kalender Pranata Mangsa sebagai pedoman Kaum Tani di Jawa kala itu.
Setelah Islam berkembang di Pulau Jawa, Orang Jawa pun menggunakan Kalender Hijrah yakni Penanggalan yg di hitung sejak Muhammad Hijrah dari Mekah ke Madinah (622 M)
Kalender Sultan Agung di mulai pada 1 Suro yang Tahunya disebut Tahun Alif. Angka Tahun meneruskan tahun Saka 1555 bersamaan dengan 1 Muharam 1011 H atau hari Jum’at Legi 8 Juli
1633 M.
Kalender Sultan Agung Raja Mataram (1613-1645)
memiliki perhitungan sangat unik.
Saat itu Bangsa Belanda sangat mengagumi penemuan ini . Kalender Jawa perpaduan antara tahun Hijrah dan Jawa . Lantas
dilengkapi berbagai jenis hitungan waktu.
Hari = 7.
Pasaran = 5
Paringkelan = 6. Kedawan = 8. Padangon = 9.
Mangsa = 12.
Wuku =30
Tahun = 8
dan Windu = 4.
WUKU Jumlahnya 30 mulai Wuku Sinto sampai Watugunung. Usianya 7 hari pergantianya setiap hari Ahad. Hitungan ini membagi 210 hari dlm satu tahun Wuku. Hari di rangkapi Pasarann : Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi.
Sedang Mangsa berjumlah dua belas. Yakni Mangsa KASA, KARO, KATELU, KAPAT, KALIMO KAENEM, KAPITU, KAWOLU, KASANGA, KASEPULUH, DESTO dan KASADA. Sedang hitungan Mangsa ini satu sama lain tidak sama usia harinya.
TAHUN… jumlah nya ada 8. Tahun ALIF, EHE, JIMAWAL, JE , DAL, BE, WAWU, JIMAKIR,
Sesudah delapan tahun sekali berganti WINDU
sementara Windu ada empat, Windu KUNTORO , SENGORO, SANCOYO, dan Windu ADI.
Maka utk Satu Suro yg lalu sdh masuk Thn 1959 Dal, Wuku Medangkungan, Windu Sancoyo. Ide Raksasa ini di dukung oleh para Ulama pada saat itu, serta para Abdi Dalem khususnya yg menguasai Ilmu Falaq atau ilmu perbintangan. Maka
Kalender ini diberi nama Ilmiah ialah ANNO JAVANICO. Dalam Kalender Jawa di kenal tahun Wastu yg artinya pendek, dan tahun Wuntu artinya panjang. Dalam tahun
pendek usia bulan Besar 29 hari, serta dlm tahun panjang usia bulan Besar 30 hari. Dalam satu Windu (8th) terdapat tiga tahun panjang yakni : Tahun
EHE. JE.
JIMAKIR. Umur nya 355 hr. Dan yg lima tahun lagi umur nya Pendek yakni, Tahun Alif, Jimawal, Dal, Be, Wawu. Umur nya 354 hari.
Kalender Jawa di sebut Kalender Khuruf berasal dari bahasa Arab, sebab nama tahunya menggunakan Huruf Arab.
Maka saat di mulai tgl 1 Suro Tahun 1555 Alif hari Jum’at Legi disebut Khuruf Jamngiyah, Khuruf ini akan berubah sesudah 120 Thn . Kemudian Tgl 1 Suro Thn 1675 Alif jatuh hari Kemis Kliwon disebut Kuruf Kamsiyah usianya 72 thn.
Dan tgl 1 Suro 1747 Alif yg jatuh pada
hari Selasa Pon di sebut Kuruf Salangsangiyah .
Pergantian Khuruf ialah demi penyesuaian dengan Kalender Hijrah (Islam). Agar hari” besar Islam yg dirayakan di Kraton Mataram yang disebut GREBEG menyatu dengan Kalender Hijrah.
PETANGAN JAWI
Dalam Kalender Jawa ada perhitungan baik dan buruk, terlukis dari Lambang watak Hari, Tanggal, Bulan,Tahun, maupun Windu.
Lantas ini di himpun oleh Leluhur dlm
sebuah Kitab yg di sebut Primbon.
Sedangkan kata Primbon berasal dari kata PRI yg berarti Indah atau elok. dan kata IMBU yg artinya Simpanan . Kemudian
PRIMBON itu bisa di sebut Simpanan Indah atau Catatan Penting. Maka Primbon memuat berbagai catatan penting dari Generasi sebelumnya dan diturunkan ke Generasi penerusnya.
Pada Hakekatnya Primbon memang bukan hal yg Mutlak kebenaranya. Namun Primbon hendaknya
[3/8 5:34 PM] Lek Warno Hadi Hadhi: tidaklah di remehkan . Sebab bisa sebagai penghati hatian dalam menjalani hidup, serta mengingat pengalaman Leluhur . Jadi tadak penyebab Surutnya Kepercayan terhadap Allah Swt Maha mengetahui segalanya Atas Kodrat serta Irodhatnya…..
Demikian tulisan ini yg jauh dari sempurna, mohon maklum atas kekuranganya.*** Eyang Hadywarno (Seksi Budaya PERMISI)
*********************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (kordinator wartawan Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang ( Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator wartawan Simalungun/P.Siantar), Warno Hady, Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)
(Wartawan jemparing.info dilarang meminta uang berkaitan berita/tulisan)
********************************************

