
Banten, Jemparing.Info (Jifo)
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Salah satunya melalui BAZNAS agar dana umat dikelola secara transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat menghadiri sosialisasi pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) yang digelar BAZNAS Provinsi Banten di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Rabu (23/9/2026).
Sosialisasi ini diikuti perwakilan SMA, SMK, Sekolah Khusus (SKh), yayasan pendidikan, perusahaan, rumah sakit, klinik, perbankan, hingga perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban zakat sekaligus tata kelola dana umat.
Wagub Dimyati mengatakan, dalam rezeki yang diterima seseorang terdapat bagian yang menjadi hak masyarakat. Oleh karena itu, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Ini sangat bagus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pemangku kepentingan, maupun para ASN dan birokrasi,” kata Wagub Dimyati.
Ia mendorong masyarakat menyalurkan zakat melalui BAZNAS agar dana yang dihimpun dapat dikelola secara transparan dan disalurkan kepada penerima yang berhak.
“Kalau melalui lembaga zakat seperti BAZNAS, pengelolaannya lebih transparan, terbuka, tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Wagub Dimyati, pengelolaan zakat secara terorganisasi akan membuat manfaat dana umat menjadi lebih luas. Zakat yang terkumpul dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program sosial dan pemberdayaan.
Hal ini sekaligus mengingatkan bahwa harta yang dimiliki manusia di dunia pada akhirnya bersifat sementara. Adapun harta yang dikeluarkan untuk zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian dari amal yang manfaatnya berkesinambungan bagi orang lain.
Yang benar-benar menjadi milik kita adalah harta yang kita zakatkan, infakkan, dan sedekahkan, tuturnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Wawan Wahyuddin mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan upaya memperluas kemitraan sekaligus meningkatkan penghimpunan zakat.
“Dengan sosialisasi ini, mitra kita semakin bertambah. Tentu kami berharap penghimpunan zakat juga ikut meningkat,” kata Wawan.
BAZNAS Banten menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp35 miliar hingga Desember 2026. Menurut Wawan, pencapaian tersebut penting agar semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun.
“Target kami Rp35 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai sehingga distribusi manfaat kepada masyarakat juga semakin luas,” ujarnya.
Wawan menambahkan, peningkatan kepercayaan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama BAZNAS. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan berbagai media.
“Kami terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan memberikan informasi melalui berbagai media agar masyarakat semakin memahami pengelolaan zakat di BAZNAS,” katanya.***(oka/ibnu/red)
**********************************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (koordinator Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang (Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator Simalungun/P.Siantar), Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Suwarno Hady (Kepala koordinator wartawan, Sumut), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)
(Wartawan jemparing.info dilarang uang meminta terkait berita/tulisan)
******************************************************