Sastrawi’loka,

Written by

in

 

(Sajak-sajak, Ibnu PS Megananda)

TAKUT
Orang-orang hebat menghindari kecendrungan tidak butuh uluk salam pada yang tidak hebat
Jangankan orang per orang, ditempat orang-orang hebat saja yang tidak hebat merasa jadi hebat
Ternyata hal tempat saja bisa seperti di kebun binatang
Kancil saja yang kandang bersebelahan kandang harimau bisa merasa seperti harimau,
Dan orang-orang hebat itu kalau kesufiannya tidak ada ia sangat berharap pujian
Menanti tepuk tangan, lalu menginginkan singgasana kursi kehabatannya abadi
Lebih lagi tidak ingin yang tidak hebat menjadi hebat
Malah bisa jadi tidak bicara sedikitpun pada yang tidak hebat karena takut menjadi hebat
Ini yang aku takutkan
Takut merasa habat
Ya Tuhanku, karuniai aku jiwa kesufian itu.
***
Tegalkembang, 2026

ESTETIKA KOTA
Lelaki kerempeng itu membawa barang bawaannya dari ia mulung
Dalam jalan menyelusuri toko diperkotaan ia bagai tidur dan bermimpi
Dalam mimpi ia makan disebuah restouran pakai lauk ati dam ampela kesukaannya
Perutnya terasa kenyang ia menggelinding ninggalkan restouran
Belum sampai dua menit ia menjaga keamanan kota
Katanya ia mencintai keindahan dan kenyamanan kota
Ia sampai ke seluruh kota, harus bertanggung jawab pada pekerjaannya

Sementara berkerumun yang tadi mengenyangkan dari lamunan bagai mimpi
Dan bercampur terasa sangat lapar diantara tampilan wajah-wajah kejam
Hatinya bagai dirudapaksa oleh diminta kota yang membuatnya kecewa
***
Tegalkembang, 2026