CILEGON, JEMPARING.INFO –
Era zaman yang sudah terjadi zaman orde baru (Orba) yang kurang bisa dikatakan baik untuk ketentram orang-orang Tionghoa (China). Walaupun zaman orde lama (Orla) ada PP 10 Orang China yang tidak berapeliasi dengan Indonesia disuruh kembali ke negaranya.
Demikian diutarakan tokoh Tionghoa Banten yang berada di Cilegon, Gunawan Djayadi, baru-baru ini di ruang kerjanya di CV Karya Agung, Cilegon. Menurutnya, dirinya dulu keluarga dari daerah Tegal, Jateng, masa kecilnya pernah berada du Cam Twgal So karena kampungnya di bom Belanda masa ageresi Belanda.
Lalu pindah dipenampungan, Chonghwa Chenghwe. Tokoh Tionghoa di Banten yang lahir 1944 itu pernah tinggal di Rangkasbitung tahun 1951 lalu ke Cilegon tahun 1952. Dan tahun 1954 – 1959 sekolah Mandarin Thiong Hwa Hwe Kwan.
Sebagai Orang China kadang dirinya walau oleh pemerintah daerah (Pemda) suka diberlakukan kurang adil pada masa Orba. Masa Presiden Joko Widodo lah keberadaan Orang China udah mendingan karena diperlakukan dengan baik.
“Zaman Orba Orang China jadi lahan untuk diperas oleh aparatur yang berwenang dalam urusannya. Negeri ini akan maju dan sejahtera bila pemerintahannya kuat tidak korup. Ya seperti di negara China korupsi disikapi dengan anti. Anti korupsi benar-benar dilakukan bukan hanya semboyan. Disana yang korupsi dihukum mati beneran,” ujar sepuh yang berjiwa sosial, dan pemerhati dan pengamat politik.***(janaloka)
Era zaman yang sudah terjadi zaman orde baru (Orba) yang kurang bisa dikatakan baik untuk ketentram orang-orang Tionghoa (China). Walaupun zaman orde lama (Orla) ada PP 10 Orang China yang tidak berapeliasi dengan Indonesia disuruh kembali ke negaranya.
Demikian diutarakan tokoh Tionghoa Banten yang berada di Cilegon, Gunawan Djayadi, baru-baru ini di ruang kerjanya di CV Karya Agung, Cilegon. Menurutnya, dirinya dulu keluarga dari daerah Tegal, Jateng, masa kecilnya pernah berada du Cam Twgal So karena kampungnya di bom Belanda masa ageresi Belanda.
Lalu pindah dipenampungan, Chonghwa Chenghwe. Tokoh Tionghoa di Banten yang lahir 1944 itu pernah tinggal di Rangkasbitung tahun 1951 lalu ke Cilegon tahun 1952. Dan tahun 1954 – 1959 sekolah Mandarin Thiong Hwa Hwe Kwan.
Sebagai Orang China kadang dirinya walau oleh pemerintah daerah (Pemda) suka diberlakukan kurang adil pada masa Orba. Masa Presiden Joko Widodo lah keberadaan Orang China udah mendingan karena diperlakukan dengan baik.
“Zaman Orba Orang China jadi lahan untuk diperas oleh aparatur yang berwenang dalam urusannya. Negeri ini akan maju dan sejahtera bila pemerintahannya kuat tidak korup. Ya seperti di negara China korupsi disikapi dengan anti. Anti korupsi benar-benar dilakukan bukan hanya semboyan. Disana yang korupsi dihukum mati beneran,” ujar sepuh yang berjiwa sosial, dan pemerhati dan pengamat politik.***(janaloka)

