• HARAP PEMILU LUBER DAN SOSIALISASI RAPERDA KETENTRAMAN/ KETERTIBAN UMUM
  • Sample Page
Jemparing
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jemparing
No Result
View All Result

KERAGAMAN GEOLOGI, WARISAN GEOLOGI, GEOWISATA DAN GEOPARK DI PROVINSI BANTEN

by ibnu
November 27, 2024
in Uncategorized
0
KERAGAMAN GEOLOGI, WARISAN GEOLOGI, GEOWISATA DAN GEOPARK DI PROVINSI BANTEN
LEBAK, JEMPARING.INFO –
Manusia hidup di atas bumi, maka kehidupan dan peradaban manusia tidak dapat lepas dari fenomena geologi. Baik itu yang menguntungkan seperti sumber daya mineral, batubara maupun minyak bumi dan gas bumi, ataupun yang merugikan seperti bencana gempabumi, longsor, tsunami maupun letusan gunung api.
Dan semua dapat disaksikan saat ini terdapat negara yang sejahtera karena memiliki dan mengelola sumber minyak dan gas bumi. Begitu juga tercatat dalam sejarah bahwa terdapat peradaban bangsa yang hilang ditelan bencana letusan gunung api.
Menurut, Penyelidik Bumi Ahli Muda Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten, Budi Kurniawan ST, MT, bumi bersifat dinamis dan membentuk raut permukaan bumi seperti yang kita lihat sekarang dalam waktu puluhan hingga milyaran tahun. Pembentukan raut muka bumi terjadi secara bertahap, dimulai dari pergerakan tektonik lempeng yang dianggap sebagai pemicu awal atau orde pertama.
Ujarnya, Indonesia menjadi wilayah pertemuan 3 lempeng utama (lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik), tentu hal tersebut sangat mempengaruhi kondisi bentang alamnya. Terutama untuk Pulau Jawa dimana Provinsi Banten berada, tatanan tektonik lempengnya adalah subduksi, dimana lempeng Samudra Indo-Australia yang lebih berat massa jenisnya menunjam masuk ke bawah lempeng Benua Eurasia yang lebih ringan.
Sedang lokasi penunjaman tersebut dikenal sebagai palung laut di selatan Pulau Jawa.
Akibat dari subduksi tersebut, maka terbentuklah busur pegunungan api sebagai fenomena vulkanisme serta struktur geologi berupa perlipatan maupun patahan atau sesar. Fase ini dianggap sebagai orde kedua pembentukan raut muka bumi. Baik orde pertama (aktivitas tektonik lempeng) maupun orde kedua (vulkanisme dan struktur) sama-sama diakibatkan oleh gaya dari dalam bumi, atau gaya endogen.
Lanjutnya, aktivitas vulkanisme akan membentuk gunung api, umumnya berbentuk kerucut tinggi, beserta batuan beku dan batuan endapan vulkanik. Adapun dinamika struktur geologi akan membentuk perbukitan, lembah dan lain sebagainya. Sekarang muka bumi menjadi tidak lagi datar dan lebih ber-relief. Bumi sendiri tidaklah semata hanya batuan, akan tetapi terdapat lingkungan perairan (hidrosfer) serta atmosfer, dan jangan dilupakan adalah matahari yang menerangi. Keterlibatan antar mereka menciptakan iklim dan cuaca, termasuk di dalamnya adalah hujan, kelembaban udara, suhu dan angin.
Sedang tempaan dari iklim dan cuaca membuat batuan yang tadinya keras akan mengalami pelapukan sehingga menjadi terurai dan mudah dierosi oleh air dan angin. Ibarat pemahat yang mengamplas pahatannya, maka pelapukan dan erosi membuat muka bumi lebih halus, tidak lagi sekasar sebelumnya. Aktivitas pelapukan dan erosi dianggap sebagai fase pengikisan yang dilakukan oleh kekuatan dari luar bumi (gaya eksogen).
Hal tersebut juga dianggap sebagai orde ketiga dari pembentukan raut muka bumi. Hasil erosi akan diendapkan membentuk sedimen di dalam cekungan lembah, sungai, danau hingga lautan. Pada kondisi tertentu, sedimen tersebut mengalami pembatuan dan membentuk batuan sedimen. Batuan sedimen dan batuan lainnya, semuanya berada di atas lempeng tektonik yang dinamis. Suatu saat bisa saja mereka akan kembali mengalami perlipatan dan patahan akibat gaya tekanan atau regangan tektonik lempeng, atau diterobos oleh magma hingga mengeluarkan lava dan membatu.
Artinya orde kedua akan kembali berulang, mungkin ratusan, ribuan atau jutaan tahun kemudian. Bumi yang sudah halus dan cenderung datar akan kembali lagi berrelief tajam. Hasil dari perjalanan evolusi tersebut dapat dilihat saat ini berupa keragaman bentangalam seperti lingkungan gunungapi, perbukitan dan lembah, lingkungan karst, lingkungan pantai dan pedataran rendah, kepulauan terumbu, atau keragaman batuan dan mineral seperti batuan beku andesit, granodiorit, bijih mineral logam, maupun batuan sedimen dan fosil. Kejadian tsunami juga bisa dilihat jejaknya berupa keberadaan berbagai bongkah batukarang di sepanjang pantai barat Selat Sunda.
Keragaman bentangalam merupakan rekaman dan jejak dari rentetan kejadian evolusi bumi. Tidak ada satu jengkal pun tanah di bumi ini yang tidak memiliki jejak evolusi bumi, namun tidak mudah pula untuk menemukan jejak yang masih baik dan jelas. Umumnya karena faktor umur yang sangat tua, maka batuan akan lapuk dan terkikis serta tertutup oleh vegetasi.
Namun bilamana ditemukan batuan yang masih baik, tekstur serta strukturnya masih jelas dan lengkap sehingga mudah dibaca oleh ahli geologi, maka batuan tersebut menjadi sangat penting dan berharga karena menjadi kunci dalam upaya mengungkap kejadian geologi yang pernah terjadi di daerah tersebut. Oleh karena penting dan berharganya, maka batuan dan bentang alam tersebut perlu dilindungi sehingga bisa bertahan.
Bentuk perlindungan tersebut bisa dengan cara menjadikannya sebagai warisan geologi. Apalagi jika bersifat unik dan indah, maka selain untuk kepentingan pendidikan dan penelitian, warisan geologi bisa jadi objek wisata.
Fenomena geologi akan mengikuti setting atau tatanan geologinya. Sebagai contoh bahwa mata air panas banyak ditemukan di lokasi yang ada aktivitas geotermal. Aktivitas geotermal bisa terjadi di wilayah vulkanisme aktif.
Di tempat lain yang bukan wilayah vulkanisme aktif sulit menemukan mata air panas. Karena tidak semua tempat memiliki mata air panas, maka hal tersebut menjadi keunggulan komparatif daerah tersebut dibanding daerah lain. Keunggulan komparatif tersebut bisa menjadi modal untuk menggerakkan kunjungan orang dari daerah lain jika ingin mandi air panas alam.
Serupa dengan itu adalah penduduk gunung yang pergi ke pantai karena ingin bermain dan berenang di laut, atau sebaliknya penduduk pantai yang pergi ke gunung karena ingin merasakan dinginnya suasana gunung.
Dinas ESDM Provinsi Banten bersama-sama dengan kabupaten dan kota telah melakukan inventarisasi keragaman geologi tersebut. Diantara situs geologi yang unik dan menarik tersebut, terdapat 14 situs di Kabupaten Pandeglang dan 32 situs di Kabupaten Lebak yang telah ditetapkan sebagai warisan geologi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
“Satu diantaranya, yaitu situs Granodiorit Cihara di Kabupaten Lebak bahkan ditetapkan sebagai warisan geologi berperingkat internasional. Tentunya hal tersebut sangat membanggakan bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak.
Keberadaan situs-situs geologi yang beragam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata alam, laboratorium alam maupun pendidikan kebumian. Pengembangan lebih lanjut ke arah geowisata atau geopark diharapkan dapat mendorong iklim ekonomi wisata dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” kata pria familier itu, Budi Kurniawan ST, MT.*** ( * /redaksi)

Previous Post

DI SERGAI ADA KELUHAN NARKOBA SULIT DIBERANTAS

Next Post

(SASTRA) Sajak Pulo Lasman Simanjuntak Berjudul ‘House Without Growing Trees’ Diterbitkan Dalam Buku Antologi Puisi Internasional Indonesia-India

Next Post
(SASTRA)   Sajak Pulo Lasman Simanjuntak Berjudul ‘House Without Growing Trees’  Diterbitkan Dalam Buku Antologi Puisi Internasional Indonesia-India

(SASTRA) Sajak Pulo Lasman Simanjuntak Berjudul 'House Without Growing Trees' Diterbitkan Dalam Buku Antologi Puisi Internasional Indonesia-India

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • DEDEN APRIANDHI HARTAWAN : PERS SEBAGAI KONTROL CUKUP BAIK
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
  • Dinas Perkim Pemkot Cilegon
  • Diskominfo Kota Cilegon,
  • Bagian Umum Setda Pemkot Cilegon

Recent Comments

  1. kingofwrathpdfjak on BPKPAD kota Cilegon
  2. zhilischny_xckt on Hello world!
  3. xanatharsguidetoevjak on BPKPAD kota Cilegon
  4. xanatharsguidetoevjak on BPKPAD kota Cilegon
  5. xanatharsguidetoevjak on BPKPAD kota Cilegon

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024

Categories

  • Berita Daerah
  • Uncategorized

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.