SERGAI, JEMPARING.INFO –
Dari hasil surpai lembaga kontrososial dalam beberapa bulan ini, salah satu dari beberapa lembaga suwadaya masyarakat (LSM) DPC TOPAN RI, Sergai/ Tebing Tinggi, Stivens Panggabean, selaku ketua, ia sampaikan dalam hasil surpai beberapa hari terjun langsung di lokasi perkebunan kususnya yg perbatasan dgn desa perbatasan dengan kebun Pabatu, bersama dengan Ketua Bidang Tim Infestigasi pemantau aset milik negara, Gusti Rahmadan Nst, SH, ketua bidang hukum Boi Panggabean SH, beserta Sekjen DPC Topan RI, Abdy Waluyo ST, dan Dewan Bidang Prosedium Penasehat Lembaga LS, Amannullah, Juga tidak kalah tampil tim awak media Jemparing.Info (JI), dalam liputanya hasil konpirmasi dgn beberapa oknum pimpinan petinggi lembaga Petinggi” lembaga DPC LSM Topan RI, Sergai/Kota Tebing Tinggi.
Ia sampekan setiap desa yg perbatasan dengan Kebun Pabatu pasti ada tengkulak liar atau agen buah berondolan yg di dapatkan atau d curi oleh warga dari Kebun Pabatu. Contohnya dari beberapa warga desa yg menampung berondolan buah sawit hasil dari masarakit yg mencari atau mengambil buah berondolan dari Perkebunan Pabatu, Dariono salah satu warga desa panggalian Dusun 9 Panglong, setiap per 2 hari atau 3 hari agen kusus buah berondolan Dariono bisa setor ke gudang atau pks mini yg ada di kota tebing 2,5 ton bahkn bisa 3 ton. Menurut info warga desa stempat, agen buah berondolan yg setiap hari sore jam menjelang siap magrib wajib menimbang yang di dapat dari warga yg mencari buah berondol kelapa sawit yang dicuri dari Kebun Pabatu.
Hasil pengakuan warga desa panglong saat d kompir oleh tim lembaga, juga langsung di liput oleh beberapa awak media, juga warga kususnya kaum ibu yg tdk mau disebut nama dan identitasnya, disampekan berondolan yang didapat dari kebun harganya sangat lumayan. Kalau jual setiap sorenya dengan agen tengkulak mavia berondolan per kilo di belik oleh Agen Rp 3500.
Penampung buah sawit berondolan kalo di desa yang terdekat ada 3 agen, di Desa Panglong , Mainu Tengah, Dusun Satu juga Desa Penggalian.
Di Desa Bahdamar juga ada beberapa agen penampung berondolan. Pemainnya yang bermain ambil berondolan dari kebun. Orang-orang kampong yg ada di Desa Badamar, lain lagi di Desa Paretokan juga ada agen-agen penampung berondolan yg di ambiil dari kebun.
Dari hasil temuan surpe hari kedua contohnya desa pabatu satu dusun tiga silahuah dan Desa Kelambir ada beberapa agen. Penampungan buah sawit janjangan, juga berondolan yg di ambil dari kebun, bahkan bisa di katakan di desa ini pencari bua beriodolan sawit yg di ambil dari Kebun Pabatu, pemainnya lebih banyak, laki? perempuan, bisa di katakan 50% warga desa tersebut sehari2nya bekerja pencari buah berondolan/mencuri dari kebun bahkan seperti terkordinir dgn agen mavia berondol/buah sawit janjangan hasil prnjualan dari masarakat. Begitu juga Desa Marjanji, Dusun 12,13 kampong Bangun Jawa penampong agen bua sawit juga bua berondolan hasil masarakat mencari dari kebun juga cukup lancar. Di Desa Nagakesiang hampir setiap dusun ada agen berondolan, juga Pasar Tengah yang perbatasan dengan Kebun Pabatu AFD l soal mau jual buah sawit juga berondolan hasil curian paling gampang.
Dari hasil kerja lembaga tim kontrososial juga dari awak media yang bekerja tanpa pamprih, dari relawan lembaga sosial masarakat. Namun di sini pemantau dan pengawasan kususnya aset nagara yg saat ini di kelolah oleh PTPN/BUMN, warga negara yang cinta oleh bangsa dan negerinya wajib melindungi dan menjaga oleh pihak-pihak perusahan yang mengatas namakan milik BUMN contohnya Kebun Pabatu PTPN IV Rejional l, pihak setaf pimpinan manajemen di tingkat staf afdiling atau pun distrik manager,,mohon kami selaku tim media lembaga sosial yg bekrja ranpa pamrih, dari hasil pantauan kami,,mengapa bisa di katakan perkebunan PTPN IV Kebun Pabatu yg juga kita sama-sama tau kebun ini adalah milik BUMN yaa artinya ini semua milik negara dan tujuanya untuk mensejatrakan rakyat warga dan untuk membangun negera bangsa dan negara kita ini, walaupun hanya sekelas buah berondolan milik perkebunan BUMN namun puluan ton setiap per 2 hari wajib keluar di curi dan dijarah oleh warga kususnya warga desa yg perbatasan dengan tapal batas peringgan kebun. Perkebunan Pabatu terdiri dari 7 afdeling, bisa di katakan setiap afdeling ada agen mafia penampung berondolan hasiil curian warga.
walaupun saat ini buah jangan sawit, juga berondolan mahal harganya namun kami harap, jangan kita buat masyarakat yang ada dilingkungan perkebunan menjadi terbiasa kelas dan propesinya jadi pencuri.
“Yaa mungkin karna gampanganya ambil buah berondolan kelapa sawit di perkebunan..
Buat apa kita, kususnya pihak perkebunan minim dan irit tenaga pengaman,,
Namun buah hasil produksi hasil dari kebun gampang di curi oleh warga, yg memang warga yg tidak perduli oleh perusahaan milik BUMN. Dan orang yg ingin memperkaya dirinya sendiri menjadi agen berondolan, mendidik warga masarakat lungkungan kebun nenjadi kelas pencuri.
Mari kita bersama2 kususnya para setaf pihak perkebunan di tugaskan dan di percaya menjadi tulang punggung besar majunya perusahaan dalam pimpinnanya. Janganlah kita lalai atau sepeleh hanya karna berondolan. Namun menjadi toke buah berondolan hasil curian dari perkbunan yg bapak pimpin, bisa membuat mereka hanya dari sekelas berondolan hasil curian warga, namun mereka akan lebih kaya bahkan bangga menjadi penguasa di perusahaan/perkebunan yg anda pimpin,” kata Stivens Panggabean.***
(pangky suwito/bintang hardika)
Dari hasil surpai lembaga kontrososial dalam beberapa bulan ini, salah satu dari beberapa lembaga suwadaya masyarakat (LSM) DPC TOPAN RI, Sergai/ Tebing Tinggi, Stivens Panggabean, selaku ketua, ia sampaikan dalam hasil surpai beberapa hari terjun langsung di lokasi perkebunan kususnya yg perbatasan dgn desa perbatasan dengan kebun Pabatu, bersama dengan Ketua Bidang Tim Infestigasi pemantau aset milik negara, Gusti Rahmadan Nst, SH, ketua bidang hukum Boi Panggabean SH, beserta Sekjen DPC Topan RI, Abdy Waluyo ST, dan Dewan Bidang Prosedium Penasehat Lembaga LS, Amannullah, Juga tidak kalah tampil tim awak media Jemparing.Info (JI), dalam liputanya hasil konpirmasi dgn beberapa oknum pimpinan petinggi lembaga Petinggi” lembaga DPC LSM Topan RI, Sergai/Kota Tebing Tinggi.
Ia sampekan setiap desa yg perbatasan dengan Kebun Pabatu pasti ada tengkulak liar atau agen buah berondolan yg di dapatkan atau d curi oleh warga dari Kebun Pabatu. Contohnya dari beberapa warga desa yg menampung berondolan buah sawit hasil dari masarakit yg mencari atau mengambil buah berondolan dari Perkebunan Pabatu, Dariono salah satu warga desa panggalian Dusun 9 Panglong, setiap per 2 hari atau 3 hari agen kusus buah berondolan Dariono bisa setor ke gudang atau pks mini yg ada di kota tebing 2,5 ton bahkn bisa 3 ton. Menurut info warga desa stempat, agen buah berondolan yg setiap hari sore jam menjelang siap magrib wajib menimbang yang di dapat dari warga yg mencari buah berondol kelapa sawit yang dicuri dari Kebun Pabatu.
Hasil pengakuan warga desa panglong saat d kompir oleh tim lembaga, juga langsung di liput oleh beberapa awak media, juga warga kususnya kaum ibu yg tdk mau disebut nama dan identitasnya, disampekan berondolan yang didapat dari kebun harganya sangat lumayan. Kalau jual setiap sorenya dengan agen tengkulak mavia berondolan per kilo di belik oleh Agen Rp 3500.
Penampung buah sawit berondolan kalo di desa yang terdekat ada 3 agen, di Desa Panglong , Mainu Tengah, Dusun Satu juga Desa Penggalian.
Di Desa Bahdamar juga ada beberapa agen penampung berondolan. Pemainnya yang bermain ambil berondolan dari kebun. Orang-orang kampong yg ada di Desa Badamar, lain lagi di Desa Paretokan juga ada agen-agen penampung berondolan yg di ambiil dari kebun.
Dari hasil temuan surpe hari kedua contohnya desa pabatu satu dusun tiga silahuah dan Desa Kelambir ada beberapa agen. Penampungan buah sawit janjangan, juga berondolan yg di ambil dari kebun, bahkan bisa di katakan di desa ini pencari bua beriodolan sawit yg di ambil dari Kebun Pabatu, pemainnya lebih banyak, laki? perempuan, bisa di katakan 50% warga desa tersebut sehari2nya bekerja pencari buah berondolan/mencuri dari kebun bahkan seperti terkordinir dgn agen mavia berondol/buah sawit janjangan hasil prnjualan dari masarakat. Begitu juga Desa Marjanji, Dusun 12,13 kampong Bangun Jawa penampong agen bua sawit juga bua berondolan hasil masarakat mencari dari kebun juga cukup lancar. Di Desa Nagakesiang hampir setiap dusun ada agen berondolan, juga Pasar Tengah yang perbatasan dengan Kebun Pabatu AFD l soal mau jual buah sawit juga berondolan hasil curian paling gampang.
Dari hasil kerja lembaga tim kontrososial juga dari awak media yang bekerja tanpa pamprih, dari relawan lembaga sosial masarakat. Namun di sini pemantau dan pengawasan kususnya aset nagara yg saat ini di kelolah oleh PTPN/BUMN, warga negara yang cinta oleh bangsa dan negerinya wajib melindungi dan menjaga oleh pihak-pihak perusahan yang mengatas namakan milik BUMN contohnya Kebun Pabatu PTPN IV Rejional l, pihak setaf pimpinan manajemen di tingkat staf afdiling atau pun distrik manager,,mohon kami selaku tim media lembaga sosial yg bekrja ranpa pamrih, dari hasil pantauan kami,,mengapa bisa di katakan perkebunan PTPN IV Kebun Pabatu yg juga kita sama-sama tau kebun ini adalah milik BUMN yaa artinya ini semua milik negara dan tujuanya untuk mensejatrakan rakyat warga dan untuk membangun negera bangsa dan negara kita ini, walaupun hanya sekelas buah berondolan milik perkebunan BUMN namun puluan ton setiap per 2 hari wajib keluar di curi dan dijarah oleh warga kususnya warga desa yg perbatasan dengan tapal batas peringgan kebun. Perkebunan Pabatu terdiri dari 7 afdeling, bisa di katakan setiap afdeling ada agen mafia penampung berondolan hasiil curian warga.
walaupun saat ini buah jangan sawit, juga berondolan mahal harganya namun kami harap, jangan kita buat masyarakat yang ada dilingkungan perkebunan menjadi terbiasa kelas dan propesinya jadi pencuri.
“Yaa mungkin karna gampanganya ambil buah berondolan kelapa sawit di perkebunan..
Buat apa kita, kususnya pihak perkebunan minim dan irit tenaga pengaman,,
Namun buah hasil produksi hasil dari kebun gampang di curi oleh warga, yg memang warga yg tidak perduli oleh perusahaan milik BUMN. Dan orang yg ingin memperkaya dirinya sendiri menjadi agen berondolan, mendidik warga masarakat lungkungan kebun nenjadi kelas pencuri.
Mari kita bersama2 kususnya para setaf pihak perkebunan di tugaskan dan di percaya menjadi tulang punggung besar majunya perusahaan dalam pimpinnanya. Janganlah kita lalai atau sepeleh hanya karna berondolan. Namun menjadi toke buah berondolan hasil curian dari perkbunan yg bapak pimpin, bisa membuat mereka hanya dari sekelas berondolan hasil curian warga, namun mereka akan lebih kaya bahkan bangga menjadi penguasa di perusahaan/perkebunan yg anda pimpin,” kata Stivens Panggabean.***
(pangky suwito/bintang hardika)
