
TPI, Jemparing.Info (Jifo)
Ada empat poin yang sangat perlu dingat. Agar hidup ini sadar dan tahu posisi diri agar terarah.
Hal tersebut diutarakan Ustadz Dian Ahmad Hidayat, saat peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw, di Taman Pipitan Indah (TPI), Walantaka, Kota Serang, minggu (13/9/2026). Adapun empat poin itu, pertama: ada hidup beriman mati juga beriman, kedua: ada hidup kafir mati juga kafir, ketiga: ada hidup kafit mati dalam keadaan beriman, keempat: ada lahir kafir, hidup beriman namun mati kafir lagi.
Untuk itu ia menyampaikan hati-hati dalam mengarungi hidup. Dan hidup perbanyak sodakoh, karena dalam kitab Buqiah, katanya, 1 jam ngaji lebih baik dari nyolati seribu jenajah. Dan lagi nasehatnya untuk para istri layani suami dengan baik, karena fahalanya sangat besar. Juga disuruh bersukur akan menikmati kesehatan dan kesempurnaan hidup.
Selain itu katanya, disuruh anak-anak untuk nuntut ilmu agama. “Utamakan dan perhatikan kyai ustad kampung karena sangat berjasa dalam pendidikan anak-anak kita,” tuturnya.
Sebelum ceramah agama ada selawat Nabi dipimpin Ustad Ade Hidayat. Dan ada penyampaian kepada masyarata dari tokoh setempat yaitu Ustad Sumarno, tentang kegiatan rutin tahunan dilapangan setempat. Kegiatan itu lapangan iyalah lapangan untuk Shalat Idul Fitri, Idul Adha dan acara Maulud Nabi Muhammad Saw.
Lalu dilanjutkan Jindar Tamimi, sebagai kepala RW, mengajak masyarakat untuk hidup guyup dan rukun. Selain itu memperhatikan lingkungan, yaitu lingkungan perumahan atau tetangga. Dan acara ditutup doa oleh, KH. Ali Ridho Firdaus.***(oka/ibnupsm/red)
*******************************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (koordinator Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang (Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator Simalungun/P.Siantar), Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Suwarno Hady (Kepala koordinator wartawan, Sumut), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)
(Wartawan jemparing.info dilarang uang meminta terkait berita/tulisan)
***************************************************