TAKUT
Orang-orang hebat hindari kecendrungan tidak butuh uluk salam pada yang tidak hebat
Jangankan orang per orang, ditempat orang-orang hebat saja yang tidak hebat merasa jadi hebat
Ternyata hal tempat saja bisa seperti di kebun binatang
Kancil saja yang kandang bersebelahan kandang harimau bisa merasa seperti harimau,
Dan orang-orang hebat itu kalau kesufiannya tidak ada ia sangat menanti pujian
Menanti tepuk tangan, lalu menginginkan singgasana kursi kehabatannya abadi
Lebih lagi tidak ingin yang tidak hebat menjadi hebat
Malah bisa jadi tidak ingin bicara sedikitpun pada yang tidak hebat karena takut menjadi hebat
Ini yang aku takutkan
Takut merasa habat
Ya Tuhanku, karuniai aku jiwa kesufian itu.
***
Tegalkembang, 2026
ESTETIKA KOTA
Lelaki kerempeng itu membawa barang bawaannya dari ia mulung
Dalam jalan menyelusuri toko diperkotaan ia bagai tidur dan bermimpi
Dalam mimpi ia makan disebuah restouran pakai lauk ati dam ampela kesukaannya
Perutnya terasa kenyang ia bergegas ninggalkan restouran
Belum sampai dua menit ia ditangkap keamanan kota
Katanya ia merusak keindahan dan kenyamanan kota
Ia dituduh mengganggu estetika kota, harus tanggungjawab pada perbuatannya
Sementara perutnya yang kenyang tadi dari lamunan bagai mimpi
Dan perutnya berganti terasa sangat lapar diantara pandangan wajah-wajah kasar
Hatinya bagai dirudapaksa oleh ketertiban kota yang membuatnya kecewa
***
Tegalkembang, 2026