• HARAP PEMILU LUBER DAN SOSIALISASI RAPERDA KETENTRAMAN/ KETERTIBAN UMUM
  • Sample Page
Jemparing
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jemparing
No Result
View All Result

Sekilas Kisah PROKLAMASI

by ibnu
August 12, 2026
in Uncategorized
0

Peristiwa bersejarah itu berlangsung di Bulan Suci Ramadhan, tepat nya hari Jumat Legi 17 Augustus 1945, sekira Jam 10 Pagi . Bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaanya.
Dimana Ir Sukarno dan Drs Moh Hatta dua tokoh ini sebagai Wakil Bangsa Indonesia membulatkan tekad melepaskan diri dari belenggu Penjajahan dengan mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa..

Dengan menggunakan bahasa lugu bersahaja terlaksana lah Upacara di halaman tempat tinggal Bung Karno Jln Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
Dalam suasana hening tanpa diawali Pidato, Bung Karno membacakan naskah Proklamasi . Serta disusul dikereknya Bendera Pusaka Sang Merah Putih, di iringi Lagu Indonesia Raya di nyanyikan oleh semua yg hadir . Walau kadang terdengar nada kurang sama. Namun dilakukan dengan semangat dan jiwa penuh tulus ikhlas.
Pada saat Bendera yg di kerek oleh Latif Hendraningrat dan di bantu oleh Pemuda Suhut sampai di puncak tiang, terdengar suara isak tangis tersedu sedu oleh Sudiro (yg kemudian menjadi Walikota Jakarta ) karena tdk sanggup menahan rasa haru yg mendalam.

Sebelumnya Dr Muwardi dari Barisan Pelopor Indonesia
mohon pada Bung Karno agar Proklamasi secepatnya di laksanakan tanpa harus menunggu kehadiran Bung Hatta.
Namun sepuluh menit Upacara belum di mulai Bung Hatta telah tiba di tempat Upacara.
Di antara ada tokoh yg tidak dpt hadir sebab sdh terlalu letih pada malam sebelumnya.
Seperti Pasukan Barisan Pelopor yg terdiri 100 Personil harus berjalan kaki dan berlari dari Penjaringan menuju tempat Upacara.

Walau kehadiranya telat, namun tetap ber semangat tinggi dan gembira karena Proklamasi sdh terlaksana. Sementara ada yg mengusulkan agar Proklamasi di ulang. Namun jelas usulan itu tdk dapat di penuhi, sebab Proklamasi hanya di bacakan sekali utk selama lamanya.

Pasukan Tentara PETA di pimpin Oleh Latif Hendraningrat yg berseragam setingkat Komandan Kompi tetap siaga di sebelah Selatan bagian belakang Gedung Proklamasi dengan bersenjata lengkap.

Jepang memang datang di wakili tiga orang Pejabat dan mengatakan bila kehadiranya di perintah oleh Gunseikan (kepala Pemerintah Militer Jepang) yg tujuanya melarang Proklamasi. Namun di jawab oleh Bung Karno jika Proklamasi telah selesai di laksanakan. Kemudian Jepang itu pun meninggalkan tempat dan tdk berbuat apa apa.

Upacara Proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta tdk cuma mendebarkan. Tapi lebih dari itu terjadi serentetan peristiwa lain membuat hati miris seperti di Rengasdengklok .

Dari Rengasdengklok Kamis malam 16 Augustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta mengadakan Pertemuan dengan Jendral Nikimura. Dalam pada itu Nikimura mengatakan agar sejak itu tdk boleh ada perubahan lagi tentang Status Quo. Makanya Pemerintah Bala Tentara Jepang juga tdk lagi membantu Indonesia mencapai Kemerdekaan seperti yg sudah di janjikanya .

Padahal Bung Karno dan Bung Hatta telah mengerti bila Jepang sudah bertekuk lutut tunduk pada Pemerintah Sekutu .

Malam itu juga sekira Jam 2,30 pagi malam Jumat Legi 17 Augustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta bertamu ke rumah seorang Laksamana Jepang Maeda . Sementara sdh di nanti oleh para tokoh Pejuang diantaranya, Dr Radjiman Widyadiningrat, Mr Supomo, A Abas, Andi Pangeran, Sutardjo, Dr Syamsi, Dr Syam Ratulangi, Muhammad Hassan, Dr Buntaran, Chairul Saleh, BM Diah, Sukarni, Sayuti Melik, dll.

Teks Proklamasi :

Di salah satu ruangan di rumah Laksamana Maeda Teks Proklamasi di susun oleh tiga orang Bung Karno, Bung Hatta, Mr Subardjo.
Bung Karno menulis di lembar kertas : “KAMI
BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA”
Kalimat pertama teks Proklamasi ini di cuplik dari Rancangan Pembukaan UUD 1945 pada tgl 22 Juni oleh Panitia kecil terdiri 9 Orang yang di Ketuai oleh Bung Karno.

Kemudian Bung Karno menyampaikan bahwa kita hanya butuh kalimat yg menyangkut Proklamasi tdk harus panjang.

Kemudian Bung Hatta menambahkan Kalimat yg ke Dua. Menurut Bung Hatta Kalimat Pertama masih

menyebut Kemauan Bangsa Indonesia menentukan Nasib nya sendiri . Jadi perlu tambahan tentang menerangkan cara melakukan Revolusi. Gagasan itu tentu sangat di setujui oleh semua yang hadi.
Lantas Bung Hatta mendiktekan lagi kalimat, “HAL HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN LAIN KAMI SELENGGARAKAN DENGAN SEKSAMA DAN huuu DALAM TEMPO YANG SE SINGKAT SINGKATNYA. Dalam Naskah tsb di bawah dua kalimat itu di bubuhkan tulisan berbunyi , Djakarta Hari 17 Boelan 8 Tahoen 45.
Atas nama Bangsa Indonesia Sukarno – Hatta. Serta di bawahnya di tanda tangani oleh kedua Tokoh tsb atas bawah.

Semula Bung Hatta mengusulkan agar semua yang hadir di Rumah Laksamana Maeda turut menanda tangani Naskah Proklamasi tsb.
Namun atas kesepakatan bersama menyetujui agar di tanda tangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta saja sebagai mewakili Bangsa Indonesia.

Seraya itu Bung Karno pun menyampaikan pada semua yang hadir bahwa besok pagi Jam 10,00 (istilah Jm Jawa) tgl 17 – 8- 45 Proklamasi akan di bacakan di depan Rumah nya Jln Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Akhirnya pertemuandi Rumah Laksamana Maeda itu pun di hari tutup tepat Jm 03,30 pagi.

Bung Karno dan Bung Hatta pagi itu pulang dari rumah Laksamana Maeda satu Mobil.

Bung Hatta tiba di rumahnya terus Sholat Subuh dan setelahnya langsung tidur hingga jam Sembilan pagi baru bangun.
Lantas pada Jm 09,40 berangkat ke Pegangsaan Timur 56.

Kehadiranya tepat waktu, karna Sepuluh menit lagi Upacara akan di mulai.
Demikian lah saat itu kehadiran Bung Hatta di sambut riuh Tepuk tangan dan Sorak dari semua yang hadir …. Bung Hatta… datang… Bung Hatta Hadir…. Luapan rasa suka cita Proklamasi akan di laksanakan……. Wh dari berbagai sumber.***
(Oleh: Suwarno Hady)

*************************************************
Redaksi.
Pimred dan Redaktur : Ibnu Purwanto SM
Wartawan : Raden Dodi Budiana, (koordinator Serang, Cilegon), M.Gending PS Janaloka, Miyono (Serang), Martin (Merak, Cilegon), Agustus Kanifan (Serang-Cilegon), Abdi Waluyo, Bintang (Sergai), Fangki Suwito (Kota Medan), Fauzi Aldino (koordinator wartawan Simalungun/P.Siantar), Salimun, Ponidi (Simalungun/P.Siantar), Suwarno Hady (Kepala koordinator wartawan, Sumut), Rully Herdiansyah (wartawan budaya)

(Wartawan jemparing.info dilarang uang meminta terkait berita/tulisan)
*********************************************

Previous Post

Recent Posts

  • Sekilas Kisah PROKLAMASI
  • (no title)
  • BAZNAS TERUS UPAYA DITINGKATKAN
  • BAZNAS TERUS UPAYA DITINGKATKAN
  • Makna Hari Kebangkitan Nasional 2026 bagi Generasi Muda: Belajar dari Perjuangan Ibrahim dan Ismail

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • July 2026

Categories

  • Berita Daerah
  • Uncategorized

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.