BANTEN, JEMPARING.INFO – Dua orang profesor menyaksikan penentuan arah kiblat Masjid Assallam UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH), Banten, baru-baru ini.
Dua profesor tersebut Prof. Dr. HMA. Tihami, MA dan Prof. Dr. Wawan Wahyudin, MPd. Prof. Dr. HMA. Tihami, MM, mantan Rektor UIN SMH, priode 2004 – 2010. sedangkan Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, masih sedang menjabat rektor di universitas tersebut.
Menurut Prof. Dr. HMA. Tihami, MM, penentuan arah kiblat shalat tentu beda dengan penentuan arah kiblat para kyai kampung.
“Kyai kampung itu punya ilmu tersendiri. Tentu tidak seperti yang sedang dilakukan dengan menggunakan alat modern, semacam kompas. Dan sama-sama tepat walaupun di kampung tidak pakai piranti modern,” tuturnya.
Sedangkan Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin MPd, mengatakan. sejak ditentukan arah kiblat tanda sudah dimulainya pembangunan masjid Assallam.
“Kini sudah dimulai, semakin cepat selesai tentu semakin baik, menghemat dana,” ujarnya.
Masih ditempat yang sama Kepala Oksipaterium Fak. Syariah, UIN SMH, Seyehu, hitungan dan deratjat utara – selatan, timur – barat, pada arah kiblat dititiknya yaotu kabah, merupakan penentuan hitungan dengan alat yang tidak disangsikan kebenarannya.** (oka/ibnu)
Dua profesor tersebut Prof. Dr. HMA. Tihami, MA dan Prof. Dr. Wawan Wahyudin, MPd. Prof. Dr. HMA. Tihami, MM, mantan Rektor UIN SMH, priode 2004 – 2010. sedangkan Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, masih sedang menjabat rektor di universitas tersebut.
Menurut Prof. Dr. HMA. Tihami, MM, penentuan arah kiblat shalat tentu beda dengan penentuan arah kiblat para kyai kampung.
“Kyai kampung itu punya ilmu tersendiri. Tentu tidak seperti yang sedang dilakukan dengan menggunakan alat modern, semacam kompas. Dan sama-sama tepat walaupun di kampung tidak pakai piranti modern,” tuturnya.
Sedangkan Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin MPd, mengatakan. sejak ditentukan arah kiblat tanda sudah dimulainya pembangunan masjid Assallam.
“Kini sudah dimulai, semakin cepat selesai tentu semakin baik, menghemat dana,” ujarnya.
Masih ditempat yang sama Kepala Oksipaterium Fak. Syariah, UIN SMH, Seyehu, hitungan dan deratjat utara – selatan, timur – barat, pada arah kiblat dititiknya yaotu kabah, merupakan penentuan hitungan dengan alat yang tidak disangsikan kebenarannya.** (oka/ibnu)

