LEBAK, BANTEN, JEMPARING.INFO –
Dinas ESDM Provinsi Banten bersama-sama dengan kabupaten dan kota telah melakukan inventarisasi keragaman geologi tersebut. Diantara situs geologi yang unik dan menarik tersebut, terdapat 14 situs di Kabupaten Pandeglang dan 32 situs di Kabupaten Lebak yang telah ditetapkan sebagai warisan geologi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Satu diantaranya, yaitu situs Granodiorit Cihara di Kabupaten Lebak bahkan ditetapkan sebagai warisan geologi berperingkat internasional. Tentunya hal tersebut sangat membanggakan bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak.
Keberadaan situs-situs geologi yang beragam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata alam, laboratorium alam maupun pendidikan kebumian.
Menurut, Penyelidik Bumi Ahli Muda Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten, Budi Kurniawan ST, MT, pengembangan lebih lanjut ke arah geowisata atau geopark diharapkan dapat mendorong iklim ekonomi wisata dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Diantara tersebut ada 14 situs warisan geologi yang berada di Geopark Ujung Kulon, diantaranya;
1) Curug Ciajeung Kembar
Gambar Situs Geologi Curug Ciajeung Kembar (Sumber: Arsip Dinas Pariwisata Pandeglang)
Situs Geologi ini berada di kecamatan Carita, dikelola oleh pihak kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Air terjun yang terdiri dari 2 tingkat yang tersusun oleh lava dan breksi vulkanik bagian dari produk Gunung Api Gunung Aseupan yang berumur Holosen.
2) Piroklastik Curug Putri
[27/11 12:07] Pelita Puspita JMK: Situs Geologi ini berada di Kecamatan Carita, dikelola oleh pihak Taman
[27/11 12:07] Pelita Puspita JMK: Hutan Raya (Tahura) Banten dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Curug Putri merupakan air terjun dengan ketinggian ±5m yang tersusun oleh piroklastik halus dengan struktur sedimen paralel laminasi yang merupakan batuan Gunungapi Muda Gunung Tompo. Sungai di lokasi ini membentuk lembah yang sempit dan dalam.
3) Bongkah Batugamping Tsunami 1883
Warisan Geologi ini berada di kecamatan Carita, dan berada di kawasan wisata. Berupa bongkah batugamping dengan banyak fosil terumbu dan koral dengan posisi yang terbalik menandakan bongkah ini telah tertransport atau terangkat dari dasar laut ke permukaan akibat hempasan gelombang tsunami 1883.
4) Curug Sawer
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok sadar wisata (PokDarWis) dengan status objek berupa kawasan wisata. Secara geologi, curug sawer merupakan Air terjun yang terdiri dari 2 tingkat masing-masing memiliki ketinggian ±20m dan ±30m yang tersusun oleh breksi dan lava basalt Formasi Honje yang membentuk struktur sheeting joint.
5) Batu Gamping Kuarter
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, batuan penyusun situs yaitu batugamping koral dengan struktur lapies/karren sebagai endapan batugamping muda (kuarter) dimana di bawahnya diendapkan tuf halus Formasi Bojongmanik yang mengalasinya secara tidak selaras. Dari hasil pengkriteriaan situs tersebut mempunyai aspek ilmiah, aspek estetika dan aspek rekreasi. Untuk pembanding Situs tersebut berperingkat lokal, dengan demikian Situs tersebut direkomendasikan untuk pemanfaatannya sebagai objek penelitian pendidikan kebumian.
6) Gua Lalay Cigeulis
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, batuan penyusun situs yaitu batuan lava basal yang termasuk bagian dari Formasi Honje yang terbentuk pada kala Miosen Akhir (11-5 Juta Tahun Lalu). Bentang alam berupa gua dengan panjang lorong sekitar 30 meter memiliki arah lurus dengan atap yang tinggi karena berkembang pada batuan lava basal yang mengalami pengkekaran.
7) Batu Hideung
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Panimbang, dikelola oleh swasta dengan status objek berupa kawasan wisata. Secara geologi, situs ini berupa singkapan breksi vulkanik berwarna kehitaman. Di sepanjang pantainya terdapat endapan batuapung yang diperkirakan merupakan akibat hempasan tsunami 2018.
8) Endapan Tsunami Pantai Cipenyu
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Panimbang, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan wisata. Pantai dengan banyak ditemukan bongkah- bongkah batugamping dan terumbu karang. Terdapat singkapan batugamping dan batulempung Formasi Bojongmanik yang di atasnya terdapat endapan tsunami chaotic yang memperlihatkan fosil koral dan bivalvia.
9) Lava Curug Dengdeng
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cimanggu, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Secara geologi, batuan penyusun situs tersebut berupa lava basal dengan struktur kekar kolom dan kekar lembar yang cukup tebal merupakan Satuan Batuan dari Formasi Honje yang terbentuk pada Miosen Akhir (11-5 juta tahun lalu).
10) Mata Air Panas Cibiuk
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, mata air panas yang keluar dari rekahan batugamping Formasi Bojongmanik yang diperkirakan muncul akibat adanya struktur geologi berupa patahan/ sesar lokal.
11) Kompleks Sanghyang Sirah
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Sanghyang Sirah merupakan kompleks batuan vulkanik yang membentuk bentukan unik seperti gua laut, diantaranya dikenal dengan Goa Pondok, Goa masigit, Goa Kola dan Sanghyang Sirah.
12) Tanjung Layar
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Tanjung layar berada di ujung paling barat Pulau Jawa. Terdiri dari batuan gunungapi berlapis yang telah tersilisifikasi dan terdeformasi sangat kuat. Terdapat pula mercusuar Belanda dan puing bangunan penjara.
13) Karangcopong
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Karangcopong merupakan singkapan batuan klastik berlapis yang memiliki bentuk seperti jembatan yang menghubungkan dinding batu yang lain dengan dinding batu utamanya, dengah lubang di bagian tengahnya.
14) Batupasir Citambuyung
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Pada lokasi ini dijumpai singkapan batupasir Formasi Cikancana, singkapan lava basalt Formasi Batuan Gunungapi Payung yang menembus Formasi Cikancana dan bongkah terumbu bukti tsunami 1883. Berikut deskripsi beberapa situs warisan geologi yang berada di Geopark Bayah Dome:
“Situs Geologi sebanyak 14 tempat itu merupakan kekayaan alam dan aset Provinsi Banten yang perlu dijaga keberadaan. Karena dengan menjaga alam anak cucu nanti juga berhak ikut menikmati kekayaan alam yang dianugrahkan Allah Swt pada kita,” tutur pria famelier, Budi Kurniawan ST, MT, tersebut.***(*/redaksi)
l
Dinas ESDM Provinsi Banten bersama-sama dengan kabupaten dan kota telah melakukan inventarisasi keragaman geologi tersebut. Diantara situs geologi yang unik dan menarik tersebut, terdapat 14 situs di Kabupaten Pandeglang dan 32 situs di Kabupaten Lebak yang telah ditetapkan sebagai warisan geologi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Satu diantaranya, yaitu situs Granodiorit Cihara di Kabupaten Lebak bahkan ditetapkan sebagai warisan geologi berperingkat internasional. Tentunya hal tersebut sangat membanggakan bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak.
Keberadaan situs-situs geologi yang beragam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata alam, laboratorium alam maupun pendidikan kebumian.
Menurut, Penyelidik Bumi Ahli Muda Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten, Budi Kurniawan ST, MT, pengembangan lebih lanjut ke arah geowisata atau geopark diharapkan dapat mendorong iklim ekonomi wisata dan ekonomi kreatif, yang pada akhirnya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. Diantara tersebut ada 14 situs warisan geologi yang berada di Geopark Ujung Kulon, diantaranya;
1) Curug Ciajeung Kembar
Gambar Situs Geologi Curug Ciajeung Kembar (Sumber: Arsip Dinas Pariwisata Pandeglang)
Situs Geologi ini berada di kecamatan Carita, dikelola oleh pihak kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Air terjun yang terdiri dari 2 tingkat yang tersusun oleh lava dan breksi vulkanik bagian dari produk Gunung Api Gunung Aseupan yang berumur Holosen.
2) Piroklastik Curug Putri
[27/11 12:07] Pelita Puspita JMK: Situs Geologi ini berada di Kecamatan Carita, dikelola oleh pihak Taman
[27/11 12:07] Pelita Puspita JMK: Hutan Raya (Tahura) Banten dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Curug Putri merupakan air terjun dengan ketinggian ±5m yang tersusun oleh piroklastik halus dengan struktur sedimen paralel laminasi yang merupakan batuan Gunungapi Muda Gunung Tompo. Sungai di lokasi ini membentuk lembah yang sempit dan dalam.
3) Bongkah Batugamping Tsunami 1883
Warisan Geologi ini berada di kecamatan Carita, dan berada di kawasan wisata. Berupa bongkah batugamping dengan banyak fosil terumbu dan koral dengan posisi yang terbalik menandakan bongkah ini telah tertransport atau terangkat dari dasar laut ke permukaan akibat hempasan gelombang tsunami 1883.
4) Curug Sawer
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok sadar wisata (PokDarWis) dengan status objek berupa kawasan wisata. Secara geologi, curug sawer merupakan Air terjun yang terdiri dari 2 tingkat masing-masing memiliki ketinggian ±20m dan ±30m yang tersusun oleh breksi dan lava basalt Formasi Honje yang membentuk struktur sheeting joint.
5) Batu Gamping Kuarter
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, batuan penyusun situs yaitu batugamping koral dengan struktur lapies/karren sebagai endapan batugamping muda (kuarter) dimana di bawahnya diendapkan tuf halus Formasi Bojongmanik yang mengalasinya secara tidak selaras. Dari hasil pengkriteriaan situs tersebut mempunyai aspek ilmiah, aspek estetika dan aspek rekreasi. Untuk pembanding Situs tersebut berperingkat lokal, dengan demikian Situs tersebut direkomendasikan untuk pemanfaatannya sebagai objek penelitian pendidikan kebumian.
6) Gua Lalay Cigeulis
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cigeulis, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, batuan penyusun situs yaitu batuan lava basal yang termasuk bagian dari Formasi Honje yang terbentuk pada kala Miosen Akhir (11-5 Juta Tahun Lalu). Bentang alam berupa gua dengan panjang lorong sekitar 30 meter memiliki arah lurus dengan atap yang tinggi karena berkembang pada batuan lava basal yang mengalami pengkekaran.
7) Batu Hideung
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Panimbang, dikelola oleh swasta dengan status objek berupa kawasan wisata. Secara geologi, situs ini berupa singkapan breksi vulkanik berwarna kehitaman. Di sepanjang pantainya terdapat endapan batuapung yang diperkirakan merupakan akibat hempasan tsunami 2018.
8) Endapan Tsunami Pantai Cipenyu
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Panimbang, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan wisata. Pantai dengan banyak ditemukan bongkah- bongkah batugamping dan terumbu karang. Terdapat singkapan batugamping dan batulempung Formasi Bojongmanik yang di atasnya terdapat endapan tsunami chaotic yang memperlihatkan fosil koral dan bivalvia.
9) Lava Curug Dengdeng
Situs Geologi ini berada di kecamatan Cimanggu, dikelola oleh kelompok masyarakat dengan status objek berupa kawasan konservasi yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Secara geologi, batuan penyusun situs tersebut berupa lava basal dengan struktur kekar kolom dan kekar lembar yang cukup tebal merupakan Satuan Batuan dari Formasi Honje yang terbentuk pada Miosen Akhir (11-5 juta tahun lalu).
10) Mata Air Panas Cibiuk
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, mata air panas yang keluar dari rekahan batugamping Formasi Bojongmanik yang diperkirakan muncul akibat adanya struktur geologi berupa patahan/ sesar lokal.
11) Kompleks Sanghyang Sirah
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Sanghyang Sirah merupakan kompleks batuan vulkanik yang membentuk bentukan unik seperti gua laut, diantaranya dikenal dengan Goa Pondok, Goa masigit, Goa Kola dan Sanghyang Sirah.
12) Tanjung Layar
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Tanjung layar berada di ujung paling barat Pulau Jawa. Terdiri dari batuan gunungapi berlapis yang telah tersilisifikasi dan terdeformasi sangat kuat. Terdapat pula mercusuar Belanda dan puing bangunan penjara.
13) Karangcopong
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Secara geologi, Karangcopong merupakan singkapan batuan klastik berlapis yang memiliki bentuk seperti jembatan yang menghubungkan dinding batu yang lain dengan dinding batu utamanya, dengah lubang di bagian tengahnya.
14) Batupasir Citambuyung
Situs Geologi ini berada di Kecamatan Sumur, dikelola oleh pihak Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan status objek berupa kawasan konservasi. Pada lokasi ini dijumpai singkapan batupasir Formasi Cikancana, singkapan lava basalt Formasi Batuan Gunungapi Payung yang menembus Formasi Cikancana dan bongkah terumbu bukti tsunami 1883. Berikut deskripsi beberapa situs warisan geologi yang berada di Geopark Bayah Dome:
“Situs Geologi sebanyak 14 tempat itu merupakan kekayaan alam dan aset Provinsi Banten yang perlu dijaga keberadaan. Karena dengan menjaga alam anak cucu nanti juga berhak ikut menikmati kekayaan alam yang dianugrahkan Allah Swt pada kita,” tutur pria famelier, Budi Kurniawan ST, MT, tersebut.***(*/redaksi)
l

