KOTA CILEGON, JEMPARING.INFO –
Kantor Walikota Cilegon terlihat begitu anggun setelah direnovasi. Keanggunan dan kemegahan sebuah kantor dianggap perlu. Karena dengan kantor yang anggun dan megah di kantor pemimpin daerah adalah penilaian tersendiri.
Dengan demikian menurut Kepala Bagian Umum, Pemkot Cilegon, Riezka Budhi Mustika, baru-baru ini, pengecetan dengan renovasi tentu dalam pertimbangan yang matang. Sehingga untuk warna tembok juga dipilih dengan baik dan berarti. Yang sebelumnya temboknya berwarna kuning dan oranye, namun kini diubah berwarna hitam dan putih.
Warna tentu khususnya untuk kebudayaan Indonesia suka menjadi arti simbolik yang dipahami masyarakat Indonesia pada umumnya. Misalnya warna bendara sangsaka Merah – Putih, dengan ungkapan merah itu berani, dan putih itu suci. Begitu pula warna hitam dan putih, yang bisa saja dikonotasikan hitam itu perbuatan hitam (tidak baik) dan putih itu suci atau baik.
Riezka Bhudi Mustika tersenyum mengangguk setuju ketika ada pemaparan arti warna di sebuah gedung atau rumah. Karena gedung Pemkot Cilegon adalah gedung negara dan untuk tempat pegawai negeri bekerja digedung tersebut pantas bila warnanya didominasi warna hitam dan putih. Artinya janganlah berbuat tidak baik dalam bekerja, berarti hitam, dan juga begitu putih. Tentu untuk putih harus berbuat baik.
Maka kerja digedung yang warna hitam putih untuk mengingatkan diri. Jadi pengecetan bukanlah sekedar mempercantik diri, agar kelihatan tidak kusam. Namun juga dirancang agar lebih jauh mempunyai nilai filsafah dari warna tersebut. Karena dengan nilai falsafah tentu suatu yang selalu tertanam untuk disadari, yang selama ini kadang tidak disadari.
Riezka Budhi Mustika menerangkan hal itu dari perasaan yang ada selama ini. Dan juga akan ada tampilan yang bisa buat selpi-selfi dengan kreasi seni bahannya dari batu alam. Sehingga kantor Walikota terlihat begitu bernuansa seni. Dan seni itu tentu menggiring pada pemikiran serta akal budi yang baik dan positif.
Renovasi gedung dilakukan untuk membawa perubahan dengan yang diharapkan lebih segar dan indah bila dilihat dibanding yang sebelumnya. Juga tentu gedung-gedung yang lain seperti rumah dinas juga. Karena sebagai gedung yang dibangun negara perlu perawatan yang membawa keindahan.
Dalam renovasi gedung-gedung pemerintahan tentu tidak lepas dari tuntutan itu sendiri. Ada tuntutan karena usia yang sudah tua. Dan ada juga tuntutan zaman yang mana era sekarang zaman teknologi informasi orang berpenampilan dilingkungan yang menarik. Sehingga renovasi gedung tentu diupayakan untuk semenarik mungkin.
“Pemkot Cilegon akan selalu upaya untuk terus memperindah gedung bukan sekedar tempat kerja namun juga tempat yang menyenangkan bagi siapa saja yang berkunjung. Selain untuk kesan tentram bila berada di gedung namun juga terbawa rasa senang dan mengesankan akan keberadaannya walau kemana saja,” begitu kata pria familier Rieska Budhi Mustika.*** (advetorial)
Kantor Walikota Cilegon terlihat begitu anggun setelah direnovasi. Keanggunan dan kemegahan sebuah kantor dianggap perlu. Karena dengan kantor yang anggun dan megah di kantor pemimpin daerah adalah penilaian tersendiri.
Dengan demikian menurut Kepala Bagian Umum, Pemkot Cilegon, Riezka Budhi Mustika, baru-baru ini, pengecetan dengan renovasi tentu dalam pertimbangan yang matang. Sehingga untuk warna tembok juga dipilih dengan baik dan berarti. Yang sebelumnya temboknya berwarna kuning dan oranye, namun kini diubah berwarna hitam dan putih.
Warna tentu khususnya untuk kebudayaan Indonesia suka menjadi arti simbolik yang dipahami masyarakat Indonesia pada umumnya. Misalnya warna bendara sangsaka Merah – Putih, dengan ungkapan merah itu berani, dan putih itu suci. Begitu pula warna hitam dan putih, yang bisa saja dikonotasikan hitam itu perbuatan hitam (tidak baik) dan putih itu suci atau baik.
Riezka Bhudi Mustika tersenyum mengangguk setuju ketika ada pemaparan arti warna di sebuah gedung atau rumah. Karena gedung Pemkot Cilegon adalah gedung negara dan untuk tempat pegawai negeri bekerja digedung tersebut pantas bila warnanya didominasi warna hitam dan putih. Artinya janganlah berbuat tidak baik dalam bekerja, berarti hitam, dan juga begitu putih. Tentu untuk putih harus berbuat baik.
Maka kerja digedung yang warna hitam putih untuk mengingatkan diri. Jadi pengecetan bukanlah sekedar mempercantik diri, agar kelihatan tidak kusam. Namun juga dirancang agar lebih jauh mempunyai nilai filsafah dari warna tersebut. Karena dengan nilai falsafah tentu suatu yang selalu tertanam untuk disadari, yang selama ini kadang tidak disadari.
Riezka Budhi Mustika menerangkan hal itu dari perasaan yang ada selama ini. Dan juga akan ada tampilan yang bisa buat selpi-selfi dengan kreasi seni bahannya dari batu alam. Sehingga kantor Walikota terlihat begitu bernuansa seni. Dan seni itu tentu menggiring pada pemikiran serta akal budi yang baik dan positif.
Renovasi gedung dilakukan untuk membawa perubahan dengan yang diharapkan lebih segar dan indah bila dilihat dibanding yang sebelumnya. Juga tentu gedung-gedung yang lain seperti rumah dinas juga. Karena sebagai gedung yang dibangun negara perlu perawatan yang membawa keindahan.
Dalam renovasi gedung-gedung pemerintahan tentu tidak lepas dari tuntutan itu sendiri. Ada tuntutan karena usia yang sudah tua. Dan ada juga tuntutan zaman yang mana era sekarang zaman teknologi informasi orang berpenampilan dilingkungan yang menarik. Sehingga renovasi gedung tentu diupayakan untuk semenarik mungkin.
“Pemkot Cilegon akan selalu upaya untuk terus memperindah gedung bukan sekedar tempat kerja namun juga tempat yang menyenangkan bagi siapa saja yang berkunjung. Selain untuk kesan tentram bila berada di gedung namun juga terbawa rasa senang dan mengesankan akan keberadaannya walau kemana saja,” begitu kata pria familier Rieska Budhi Mustika.*** (advetorial)

