Di taman rumah Capulet, Romeo menunggu di bawah jendela, dan Juliet muncul di depan jendela. Begitu tergila-gilanya pemuda itu, sampai berkata: “Di situlah timur, dan Juliet adalah matahari. Fajarlah, fajar, matahariku, dan bunuhlah bulan sang musuh.” Begitu nekat dan tergila-gilanya Romeo memuja, ia meneruskan bicara: “It is my Lady. O, it is my love!” Sangat mesra membara keduanya asyik-masyuk, hingga mereka membuat janji untuk berjumpa dan menikah. Lagi-lagi Juliet dan Romeo terganggu oleh munculnya Inang Pengasuh. Dan tanpa peduli, Juliet yang tergila-gila dengan Romeo berkata: “Seribu kali selamat malam. A thousand times good night!”
Dengan pertolongan Pendeta Laurence, maka pernikahan Romeo dan Juliet dilangsungkan di gereja. Pada saat yang bersamaan, Tybalt muncul mau membunuh Romeo, tetapi Romeo justru yang membunuh Tybalt. Lady Capulet meminta bantuan pada Prince Escalus dari Verona, agar Romeo dibuang ke Mantua, sesuai dengan ancaman Pangeran Escalus kepada pihak Montague dan puak Capulet, jika membuat gaduh. Ternyata Romeo harus menerima hukuman dari Pangeran Verona ini, dan ia dibuang ke Mantua.
Pernikahan Juliet dengan Paris akan segera dilaksanakan setelah terbuangnya Romeo. Sebelum pernikahan dilaksanakan, Juliet meminta bantuan kepada Pendeta Laurence. Jalan keluar ditemukan. Juliet diberi racun, di mana racun itu dapat mematikan Juliet selama empat puluh jam. “Thou shall continue two-and forty hours, kemudian kau bangun.”
Sumpah Juliet sesuai dengan yang diucapkannya: “Lovers can to do their amorous rites. By their own beauties: or if love be blind. It best agrees with night.” Lalu Juliet pun meminum racun. Saat itu pula, Pendeta Laurence mengirim utusan ke Mantua, untuk memberitahukan siasat itu. Kedatangan utusan, Balthasar mengejutkan Romeo.
Berita sedih itu tidak dimengerti oleh Romeo, bahwa hal itu merupakan siasat. Romeo ingin ikut mati terkubur bersama Juliet, dengan jalan minum racun. Romeo mati! Juliet terlambat bangkit dari kematian empat puluh jamnya itu; mendapatkan Romeo benar-benar sudah menjadi mayat. Diciumnya bibir Romeo, sambil berkata: “Bibir kekasihku masih hangat.” Begitu tampak olehnya pedang Romeo, dicabutnya pedang itu, dan Juliet menikam dirinya dengan pedang Romeo, dan roboh di atas tubuh kekasihnya.***
(oleh, Soepianto Soepiadhy)
Dengan pertolongan Pendeta Laurence, maka pernikahan Romeo dan Juliet dilangsungkan di gereja. Pada saat yang bersamaan, Tybalt muncul mau membunuh Romeo, tetapi Romeo justru yang membunuh Tybalt. Lady Capulet meminta bantuan pada Prince Escalus dari Verona, agar Romeo dibuang ke Mantua, sesuai dengan ancaman Pangeran Escalus kepada pihak Montague dan puak Capulet, jika membuat gaduh. Ternyata Romeo harus menerima hukuman dari Pangeran Verona ini, dan ia dibuang ke Mantua.
Pernikahan Juliet dengan Paris akan segera dilaksanakan setelah terbuangnya Romeo. Sebelum pernikahan dilaksanakan, Juliet meminta bantuan kepada Pendeta Laurence. Jalan keluar ditemukan. Juliet diberi racun, di mana racun itu dapat mematikan Juliet selama empat puluh jam. “Thou shall continue two-and forty hours, kemudian kau bangun.”
Sumpah Juliet sesuai dengan yang diucapkannya: “Lovers can to do their amorous rites. By their own beauties: or if love be blind. It best agrees with night.” Lalu Juliet pun meminum racun. Saat itu pula, Pendeta Laurence mengirim utusan ke Mantua, untuk memberitahukan siasat itu. Kedatangan utusan, Balthasar mengejutkan Romeo.
Berita sedih itu tidak dimengerti oleh Romeo, bahwa hal itu merupakan siasat. Romeo ingin ikut mati terkubur bersama Juliet, dengan jalan minum racun. Romeo mati! Juliet terlambat bangkit dari kematian empat puluh jamnya itu; mendapatkan Romeo benar-benar sudah menjadi mayat. Diciumnya bibir Romeo, sambil berkata: “Bibir kekasihku masih hangat.” Begitu tampak olehnya pedang Romeo, dicabutnya pedang itu, dan Juliet menikam dirinya dengan pedang Romeo, dan roboh di atas tubuh kekasihnya.***
(oleh, Soepianto Soepiadhy)
