JAKARTA, JEMPARING INFO –
Gubernur Banten, Al Muktabar dan Sekda Banten, Virgojanti, dituntut masyarakat Banten agar dicopot. Dianggap tidak memberi kemajuan daerah.
Diantara kelompok masyarakat yang datang ke kantor Menteri Dalam.Negeri (Mendagri) rabu (11/9/2024), tersebut Dewan Persaudaraan Wilayah Solidaritas Merah Putih (Solmet) Banten, Aliansi Santri Salafi dan Majelis Dzikir Assalam Banten, perwakilan mahasiswa Banten, seniman dan budayawan Banten.
Menurut Kamaludin dari DPW Solmet Banten, rombongan masyarakat Banten ngluruk ke kantor Menteri Dalam Negeri meminta agar Al Muktabar dan Virgonjanti cepat dicopot. Karena menurutnya bila dibiarkan Banten akan mengalami kemunduran akut.
Kesalahan Al Muktabar banyak nyaris disemua bidang semakin tidak baik. Bidan kesehatan banyak waega miskin tertolok untuk berobat di Rumah Sakit Daerah. Bidang pendidikan juga setiap tahunnya saat penerimaan murid baru banyak kegelisahan warga merasa susah untuk masukkan sekolah anaknya.
Dan terjadi banyak pejabat rangkap jabatan sehingga tidak epektif dalam kerja birokrasi. “Kalau tidak cepat diganti kemunduran kian menguak. Maka kami minta pada Mendagri supaya Al Muktabar dan Virgojanti cepat diganti,” ujarnya.
Begitu pula budayawan penyair, Ibnu PS Megananda dalam demo menuntut pencopotan gubernur Banten dan Sekdanya membacakan puisi. Puisi yang dibaca, “Sultan Ageng Tirtayasa” dan puisi “Pemimpin Bagaimana ?”.
“Kami senima budayawan menuntut untuk dibangunnya gedung budaya dan dibuatnya taman budaya tapi juga belum diwujudkan,” katanya***(Janalokha)
Gubernur Banten, Al Muktabar dan Sekda Banten, Virgojanti, dituntut masyarakat Banten agar dicopot. Dianggap tidak memberi kemajuan daerah.
Diantara kelompok masyarakat yang datang ke kantor Menteri Dalam.Negeri (Mendagri) rabu (11/9/2024), tersebut Dewan Persaudaraan Wilayah Solidaritas Merah Putih (Solmet) Banten, Aliansi Santri Salafi dan Majelis Dzikir Assalam Banten, perwakilan mahasiswa Banten, seniman dan budayawan Banten.
Menurut Kamaludin dari DPW Solmet Banten, rombongan masyarakat Banten ngluruk ke kantor Menteri Dalam Negeri meminta agar Al Muktabar dan Virgonjanti cepat dicopot. Karena menurutnya bila dibiarkan Banten akan mengalami kemunduran akut.
Kesalahan Al Muktabar banyak nyaris disemua bidang semakin tidak baik. Bidan kesehatan banyak waega miskin tertolok untuk berobat di Rumah Sakit Daerah. Bidang pendidikan juga setiap tahunnya saat penerimaan murid baru banyak kegelisahan warga merasa susah untuk masukkan sekolah anaknya.
Dan terjadi banyak pejabat rangkap jabatan sehingga tidak epektif dalam kerja birokrasi. “Kalau tidak cepat diganti kemunduran kian menguak. Maka kami minta pada Mendagri supaya Al Muktabar dan Virgojanti cepat diganti,” ujarnya.
Begitu pula budayawan penyair, Ibnu PS Megananda dalam demo menuntut pencopotan gubernur Banten dan Sekdanya membacakan puisi. Puisi yang dibaca, “Sultan Ageng Tirtayasa” dan puisi “Pemimpin Bagaimana ?”.
“Kami senima budayawan menuntut untuk dibangunnya gedung budaya dan dibuatnya taman budaya tapi juga belum diwujudkan,” katanya***(Janalokha)


потолочников [url=www.stretch-ceilings-nizhniy-novgorod.ru/]www.stretch-ceilings-nizhniy-novgorod.ru/[/url] .
сколько стоит перепланировка в бти [url=stoimost-soglasovaniya-pereplanirovki-kvartiry.ru]stoimost-soglasovaniya-pereplanirovki-kvartiry.ru[/url] .
seo раскрутка недорого [url=https://reiting-runeta-seo.ru/]seo раскрутка недорого[/url] .